"Jadi jelang Pemilu, belanja infrastrukturnya didorong," sambung ekonom muda tersebut.
Belakangan, muncul aksi heroik dari Jokowi yang mengambil alih perbaikan infrastruktur jalan di daerah. Perbaikan jalan tersebut meliputi Provinsi Lampung, Jambi dan terakhir di Sumatera Utara.
Bhima memandang, kebijakan ini sangatlah aneh. Sebab Pemda sudah mendapat banyak transfer dana dari pusat termasuk dana alokasi khusus dan dana bagi hasil.
"Ini jelas tidak menyelesaikan persoalan di saat beban belanja pemerintah sendiri sedang dijaga agar tidak melebarkan defisit APBN," tegasnya.
Sumber: RMOL
Artikel Terkait
Gus Yahya Dikukuhkan Kembali sebagai Ketua Umum PBNU, Muktamar Ke-35 NU Dijadwalkan 2026
Kekeliruan Rektor UGM Soal Tanggal Lulus Jokowi: Fakta dan Kronologi Lengkap
TPUA Klaim Eggi Sudjana & Damai Hari Lubis Resmi Bergabung dengan Kubu Jokowi
Desakan Copot Erick Thohir dari Menpora: Kinerja Kepemudaan Dipertanyakan, PP Himmah Soroti Indonesia Emas 2045