JAKARTA, NARASIBARU.COM - Kegaduhan politik semakin menggema menjelang Pemilu 2024.
Belum lama ini, videotron yang berisi dukungan untuk Calon Presiden Nomor Urut 1, Anies Baswedan, di beberapa lokasi strategis, termasuk di Grand Metropolitan Bekasi dan Graha Mandiri, Jakarta, mendapat sorotan setelah dihalangi oleh pihak yang tidak diketahui.
Tindakan ini tidak hanya memancing kontroversi, tetapi juga mengundang spekulasi terkait motivasi di balik penolakan tersebut.
Penjegalan videotron ini mendapat tanggapan tajam dari berbagai pihak, termasuk Agung Nugroho, Presidium Perhimpunan Aktivis 98 (PA 98), yang menyebutnya sebagai "pencekalan videotron Anies akibat kepanikan datangnya gelombang perubahan."
Agung menilai bahwa tindakan ini bukanlah sesuatu yang baru, melainkan merupakan lanjutan dari upaya-upaya sebelumnya untuk menghambat kemajuan politik Anies Baswedan.
Menurut Agung, penjegalan terhadap Anies sudah dimulai sejak Ia menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta.
"Semua peristiwa penjegalan kepada Anies adalah satu rangkaian dan dilakukan oleh kekuatan besar yang takut terhadap antusias massa dalam menyambut Anies sebagai pemimpin masa depan," ungkapnya.
Pelarangan-pelarangan sebelumnya, seperti saat Persija meraih kemenangan di Stadion Utama Gelora Bung Karno dan pelaksanaan Formula E, dianggap sebagai langkah-langkah awal yang kemudian berkembang menjadi serangkaian tindakan yang lebih besar.
Artikel Terkait
Analisis Motif Jokowi Bekerja Mati-Matian untuk PSI: Demi Gibran 2034 & Karier Kaesang?
Desakan Pencopotan Dahnil Anzar: Kronologi Polemik Kata Cangkem ke Buya Anwar Abbas
Desakan Copot Dahnil Anzar: Aktivis Muhammadiyah Protes Ucapan Kasar ke Anwar Abbas
PBNU Kecam Dahnil Anzar: Pernyataan ke Anwar Abbas Dinilai Tak Beradab, Ini Kata Katib Syuriyah