Gus Yahya menentang keras politik berdasarkan identitas NU. Dia tidak ingin, nama umat dan agama diseret dalam pesta demokrasi.
Politik identitas, lanjutnya, hanya menyandarkan penggalangan dukungan berdasarkan identitas primordial tanpa ada kompetisi yang lebih rasional.
"Kami memandang politik identitas ini berbahaya bagi masyarakat secara keseluruhan karena itu akan mendorong perpecahan di masyarakat,” tegasnya.
Sumber: rmol
Artikel Terkait
KKN Jokowi di UGM Dipertanyakan: Koordinator Klaim Tidak Kenal Namanya?
Rocky Gerung Kritik Sumbangan Rp17 Triliun ke BoP: Ironi dengan Bunuh Diri Siswa SD karena Tak Beli Buku
Prabowo Diminta Tuntut Erick Thohir Soal Dugaan Penyimpangan Aset BUMN
Analisis Motif Jokowi Bekerja Mati-Matian untuk PSI: Demi Gibran 2034 & Karier Kaesang?