Dedi menyebut bila sikap itu yang diputuskan Nasdem, tidak dapat disebut sebagai pengkhianatan terhadap Anies Baswedan, capres yang mereka usung. Dedi menilai koalisi politik bukanlah hal yang mengikat secara permanen.
"Dalam praktik politik kita, utamanya pasca-Pemilu, hal biasa koalisi tidak permanen, sehingga tidak dapat disebut berkhianat, Anies maupun Muhaimin tentu memahami itu," kata Dedi, kepada Republika, Sabtu (23/3/2024).
Meski pun nanti akan ditinggalkan oleh Nasdem, begitu juga dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Dedi melihat Anies tetap memiliki peluang meneruskan karirnya di ranah politik. Salah satu caranya kata dia adalah Anies bergabung ke salah satu partai.
Misalkan kata Dedi, Anies bergabung dengan Partai Nasdem, itu bukanlah sesuatu yang aneh mengingat Anies termasuk salah satu bagian dari pendiri partai Nasdem.
Artikel Terkait
Analisis Motif Jokowi Bekerja Mati-Matian untuk PSI: Demi Gibran 2034 & Karier Kaesang?
Desakan Pencopotan Dahnil Anzar: Kronologi Polemik Kata Cangkem ke Buya Anwar Abbas
Desakan Copot Dahnil Anzar: Aktivis Muhammadiyah Protes Ucapan Kasar ke Anwar Abbas
PBNU Kecam Dahnil Anzar: Pernyataan ke Anwar Abbas Dinilai Tak Beradab, Ini Kata Katib Syuriyah