NARASIBARU.COM -Karir politik Ganjar Pranowo dan Mahfud MD diprediksi bakal tamat jika tidak gabung ke dalam pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.
Menurut Direktur Pusat Riset Politik, Hukum dan Kebijakan Indonesia (PRPHKI), Saiful Anam, pernyataan Ganjar yang memilih berada di jalur oposisi dianggap kurang tepat. Terlebih lagi, diikuti Mahfud yang cenderung memberikan sindiran-sindiran kepada Presiden terpilih Prabowo-Gibran.
"Sangat rugi bagi karir politik Ganjar, karena ia bukan pemegang kendali parpol, maka bisa mengarah kepada selesai sudah karir politiknya ke depannya. Apalagi Mahfud MD yang tidak memiliki parpol yang justru seperti ikut-ikutan seperti Ganjar dengan memilih jalur oposisi," kata Saiful kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (9/5).
Akademisi Universitas Sahid Jakarta ini menilai, Ganjar dan Mahfud tidak akan lagi eksis dan lama kelamaan akan dilupakan publik jika memilih oposisi.
"Karir politik keduanya lenyap jika tidak ada parpol yang mendukungnya. Karena saya analisa, dari segi suara pasangan Ganjar dan Mahfud tidak signifikan, bahkan cenderung melempem di kandang banteng sendiri," terang Saiful.
Seandainya Ganjar dan Mahfud masih menerima pinangan Prabowo untuk menjadi menteri kata Saiful, maka masih ada harapan baginya minimal untuk mempersiapkan untuk pilpres berikutnya.
Artikel Terkait
Rocky Gerung Kritik Sumbangan Rp17 Triliun ke BoP: Ironi dengan Bunuh Diri Siswa SD karena Tak Beli Buku
Prabowo Diminta Tuntut Erick Thohir Soal Dugaan Penyimpangan Aset BUMN
Analisis Motif Jokowi Bekerja Mati-Matian untuk PSI: Demi Gibran 2034 & Karier Kaesang?
Desakan Pencopotan Dahnil Anzar: Kronologi Polemik Kata Cangkem ke Buya Anwar Abbas