Kebijakan tersebut yang notabene masih di pimpin oleh Presiden Jokowi itu, dianggap memberatkan pekerja karena wajib mengikuti dalam kepesertaan Tapera.
Iuran Tapera pun ternilai cukup besar jika dihitung setiap bulannya yang dipotong dari gaji atau upah.
Rocky Gerung mengklaim, Tapera ini merupakan cara untuk membilai APBN yang defisit dalam membiayai beberapa proyek strategis nasional.
Dikutip Hops.ID dari Suara.com, Rocky menduga kalau Tapera tersebut berdiri bisa saja dananya digunakan untuk investasi proyek pemerintahan.
"Mana kita tahu itu juga digunakan untuk diinvestasikan ke tempat lain dan dana itu juga digunakan buat IKN (Ibu Kota Nusantara)," Kata Rocky.
Ia bahkan menyindir Presiden Jokowi terkait proyek-proyek dengan struktur tinggi pemerintah yang terkesan dipaksakan.
"Jadi sekali lagi hak rakyat untuk mendapat keadilan, hak rakyat untuk membenahi masa depannya akhirnya kandas karena ambisi presiden untuk menghasilkan proyek-proyek mercusuar itu," ungkapnya
Rocky juga mengatakan justru dengan adanya proyek-proyek yang dibangun, itu dilanjutkan dengan memeras dana masyarakat.
"Bukannya dibatalkan proyek-proyek itu, justru diteruskan dengan cara memeras dana dari masyarakat," Sambungnya
Artikel Terkait
Desakan Pencopotan Dahnil Anzar: Kronologi Polemik Kata Cangkem ke Buya Anwar Abbas
Desakan Copot Dahnil Anzar: Aktivis Muhammadiyah Protes Ucapan Kasar ke Anwar Abbas
PBNU Kecam Dahnil Anzar: Pernyataan ke Anwar Abbas Dinilai Tak Beradab, Ini Kata Katib Syuriyah
Viral! Anies Baswedan Santai Ajak Foto Bareng Intel di Karanganyar, Responsnya Disoroti