“Ada 15.000 orang yang akan kami berikan KJMU dan tidak dievaluasi seperti dulu yang setiap tahun, maka mereka akan kita buat sampai dengan lulus. Tetapi IPK-nya kita syaratkan,” ungkap Pramono.
Pramono menekankan, meski program sarapan gratis batal, pihaknya tetap akan meningkatkan akses makanan bergizi bagi anak sekolah.
Dia bakal merenovasi kantin sekolah agar lebih layak dan dapat mendukung program makan bergizi yang dijalankan oleh Badan Gizi Nasional.
“Untuk perbaikan kantin-kantin yang ada di sekolah-sekolah. Sehingga dengan demikian ini juga akan membantu program yang dijalankan oleh Badan Gizi,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana mengatakan salah satu kendala utama dalam menjalankan program MBG adalah infrastruktur.
Dia menilai, keputusan Pemprov Jakarta untuk merenovasi kantin sekolah dianggap sebagai solusi tepat untuk mempercepat implementasi program ini.
Nantinya, kantin sekolah yang telah direnov bisa dijadikan pangkalan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam program MBG.
“Alhamdulillah tadi Pak Gubernur dengan jajarannya sudah memutuskan akan merenovasi kantin-kantin sekolah yang akan menjadi bagian dari program MBG. Nanti akan menjadi SPPG baik untuk melayani sekolah itu sendiri maupun sekolah sekitarnya di mana SPPG itu ada seperti yang sudah kami contohkan di Bogor,” jelas Dadan.
Dia pun turut menyambut baik langkah Pemprov Jakarta dalam mendukung program MBG
Sumber: Wartakota
Artikel Terkait
Eggi Sudjana Sebut Roy Suryo Belagu Soal Kasus Ijazah Jokowi: Analisis & Daftar Tersangka Terbaru
Kontroversi Ijazah Jokowi: Rektor UGM Sebut 2 Tanggal Lulus Berbeda, Mana yang Benar?
Reshuffle Kabinet Prabowo: Strategi Lepas dari Geng Solo dan Bayang-Bayang Jokowi?
Reshuffle Kabinet Prabowo 2026: Menlu Retno Marsudi & Menko PMK Muhadjir Effendy Diganti?