“Hati-hati jangan melanggar aturan dan etika, etika itu aturan tidak tertulis pada kantor. Birokrasi kita juga butuh kerja tim bukan superman yang main sendiri, seseorang bisa dinilai selain dari kemampuan akademik, sosial kultural, juga kemampuan berkolaborasi, karena ada target kerja ada target tim, target perseorangan, dan target lembaga,” ujar Mahbub pada kegiatan yang dihadiri oleh Kabag/Kepala Bidang/Pembimas, dan Kepala Kemenag Kabupaten/Kota.
Mahbub juga meminta kepada kepala satker tempat PPPK bertugas sesuai SK yang diterimanya agar memberikan pembinaan kepegawaian. “Saya titip kepada pejabat dan bagian kepegawaian untuk melakukan pembinaan pegawai, bagaimana pun seorang ASN wajib mendapatkan pembinaan baik secara langsung, tidak langsung, maupun dalam bentuk penugasan, agar capaian kinerja yang direncanakan tercapai,” ucapnya.
Sebelumnya, Sekjen Kemenag RI Nizar Ali dalam arahannya mengatakan, pelantikan ini adalah pencapaian Kementerian Agama yang luar biasa. Ini adalah bentuk rekognisi pemerintah kepada eks tenaga honorer/ PPNPN (Pegawai Pemerintah non Pegawai Negeri) yang telah berjuang memberikan pelayanan kepada bangsa dan negara.
“Selamat kepada para PPPK, ini proses panjang yang luar biasa yang tidak bisa terlupakan, ini bentuk ikhtiar yang muaranya adalah upaya terbaik dalam pengabdian. Pengangkatan ini adalah bentuk rekognisi kepada para PPNPN, sebagai bentuk kehadiran negara yang fair kepada mereka yang berjuang di pojok-pojok negeri,” kata Nizar dalam sambungan zoom meeting, di Kantor Pusat Kemenag RI, Jl. Lapangan Banteng, Jakarta.
Nizar berharap PPPK yang dilantik hari ini adalah SDM (sumber daya manusia) yang ekstraordinary (luar biasa) karena mengabdi di kementerian yang juga ekstraordinary yang memiliki satuan kerja terbanyak se-Indonesia. PPPK diharapkan dapat mewujudkan konsep ASN yang Smart & Moderat.
“Kementerian Agama adalah kementerian ekstraordinary sehingga SDMnya juga harus ekstraordinary dalam memberikan pelayanan. Kemenag berharap PPPK bisa membawa misi menghadirkan moderasi beragama di tengah keberagaman Indonesia, bisa memenuhi semua aspek sebagai ASN yang bisa memberikan pelayanan prima kepada masyarakat, sehingga konsep ASN yang Smart & Moderat terwujud,” ungkapnya.(r)
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: kepri.harianhaluan.com
Artikel Terkait
MBG di Boyolali Disabotase: Ratusan Paket Ditarik, Ada Orang Asing Masuk Kelas!
Biar Bosmu Tahu! Viral Bobby Nasution Razia Truk Pelat Aceh di Sumut Demi Kejar PAD Triliunan
VIRAL Kain Kafan dan Kerangka Manusia Berserakan di Area Proyek Tangerang
Fakta-Fakta Kesiapan IKN Jadi Ibu Kota Politik 2028, Cuma Cuap-Cuap Belaka?