Hal itu penting dalam memberikan penguatan mental kepada seluruh WBP.
Andika menyampaikan untuk fokus pada pemahaman risiko gempa, memberikan edukasi kepada warga binaan mengenai upaya pencegahan dan tanggap darurat saat terjadi gempa.
Sementara itu PJ Bupati Sumedang menyampaikan untuk tetap bersatu dan saling mendukung untuk memulihkan keadaan ini bersama-sama. tetap tenang dan disiplin mengikuti petunjuk yang diberikan oleh petugas lapas terkait evakuasi darurat.
Arahan itu pun diperkuat Pangdam III Siliwangi yang menjelaskan akan pemahaman evakuasi darurat bagi para petugas dan narapidana di dalam lapas.
Kunjungan ini menunjukkan bahwa pemerintah hadir dan bahu membahu membantu masyarakat yang sedang tertimpa musibah.
Lapas Sumedang, termasuk Objek Vital, sehingga diperlukan perhatian khusus dari pemerintah daerah dengan melakukan Pengecekan secara menyeluruh bangunan gedung dan kantor oleh BNPB dan Dinas PUPR Kabupaten Sumedang.
Dari hasil pantauan, terdapat Retak halus pada area : Kamar Mandi Disabilitas, Kamar Mandi Kunjungan, Ruang Kunjungan, Area Brandgang, Pintu Masuk Blok Asahan 5 dan 6, Atap Blok Asahan (bergelombang).
Langkah yang telah diambil oleh Kemenkumham Jabar dan Lapas Kelas IIB Sumedang yaitu telah dilakukan pemeriksaan terkait kelayakan bangunan dan perhitungan ambang batas kerusakan oleh dinas PUPR dan BNPB.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: zonabandung.com
Artikel Terkait
MBG di Boyolali Disabotase: Ratusan Paket Ditarik, Ada Orang Asing Masuk Kelas!
Biar Bosmu Tahu! Viral Bobby Nasution Razia Truk Pelat Aceh di Sumut Demi Kejar PAD Triliunan
VIRAL Kain Kafan dan Kerangka Manusia Berserakan di Area Proyek Tangerang
Fakta-Fakta Kesiapan IKN Jadi Ibu Kota Politik 2028, Cuma Cuap-Cuap Belaka?