ATS merupakan perusahaan dalam bidang restorasi ekosistem yang berdomisili di Sampit, Kalimantan Tengah. Sama seperti ATS, ABM bertempat di Jakarta Selatan.
Hingga kuartal III-2023, penjualan TAPG menembus Rp6,03 triliun, turun 10,49% year-on-year (yoy) dibandingkan periode sama tahun sebelumnya senilai Rp6,74 triliun.
Produk kelapa sawit dan turunannya mendominasi pemasukan, sedangkan karet hanya sebesar Rp16,29 miliar.
Laba TAPG ikut tergerus 52,79% yoy menjadi Rp1,10 triliun. Earnings per share (EPS) per September 2023 mencapai Rp56 per saham.***
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: sawitku.id
Artikel Terkait
Mundur Massal Pimpinan OJK & Dirut BEI: Penyebab, Dampak ke Pasar Modal, dan Tantangan untuk Prabowo
Trading Halt IHSG 2026: Analisis Lengkap Peran MSCI dan Strategi Hedge Fund Global
Restrukturisasi Utang Kereta Cepat Whoosh (KCJB): Solusi, Pembahasan, dan Dampaknya
Dirut KCIC soal Utang Whoosh: Kita Serahkan ke Danantara