Baca Juga: Letusan Gunung Berapi Menghancurkan Harapan Natal Ribuan Keluarga di Islandia
Bahlil menyebut saat ini prioritas untuk IKN adalah di bidang infrastruktur.
“Namun prioritas kami adalah menyelesaikan infrastruktur terlebih dahulu. Investasi awal akan diarahkan kepada investor dalam negeri, dan investor asing akan bergabung pada tahap berikutnya,” ujarnya.
Selain investor asing, perusahaan real estat lokal terkemuka seperti Mayapada dan Agung Sedayu Group telah memperkuat komitmen mereka dengan memulai usaha seperti hotel bintang lima, rumah sakit, dan fasilitas olahraga di Nusantara.
Baca Juga: Chairman B-Universe Puji Kesatuan Grup Media dalam Debat Calon Wakil Presiden 2024
Perkiraan biaya pembangunan ibu kota baru di Kalimantan Timur diperkirakan mencapai sekitar Rp 560 triliun, tergantung tingkat inflasi, kata Bahlil.
Dari jumlah tersebut, 20 persen akan dialokasikan dari APBN, sedangkan sisanya akan bersumber dari investasi swasta.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: bisnispekanbaru.com
Artikel Terkait
Mundur Massal Pimpinan OJK & Dirut BEI: Penyebab, Dampak ke Pasar Modal, dan Tantangan untuk Prabowo
Trading Halt IHSG 2026: Analisis Lengkap Peran MSCI dan Strategi Hedge Fund Global
Restrukturisasi Utang Kereta Cepat Whoosh (KCJB): Solusi, Pembahasan, dan Dampaknya
Dirut KCIC soal Utang Whoosh: Kita Serahkan ke Danantara