“Jadi, tentunya untuk perdagangan karbon kita belum set targetnya untuk tahun depan,” bebernya kepada awak media.
Baca Juga: Food Estate Meminggirkan Konsep Pertanian Masyarakat
Jeffrey menjelaskan pendorong demand, baik yang bersifat regulasi maupun non-regulasi, dapat meningkatkan transaksi. Hal itu memicu rasa optimis transaksi karbon di tahun 2024 bisa bertambah.
“Tantangannya saya kira masih sama, dan itu adalah tantangan kita semua ya, dari seluruh ekosistem perdagangan karbon Indonesia, pembicaraan yang paling dekat tentu adalah dengan OJK. Dan OJK memberikan support yang sangat penuh kepada penguatan ekosistem,” kata Jeffrey.
Berdasarkan data BEI, total nilai perdagangan bursa karbon Indonesia sebesar Rp30,7 miliar dengan volume perdagangan 490.716 ton CO2e.
Data tersebut merupakan hasil gabungan perdagangan sepanjang 26 September 2023 hingga 30 November 2023.***
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: sawitku.id
Artikel Terkait
Restrukturisasi Utang Kereta Cepat Whoosh (KCJB): Solusi, Pembahasan, dan Dampaknya
Dirut KCIC soal Utang Whoosh: Kita Serahkan ke Danantara
Impor Barang Bekas ke RI Meledak, dari 7 Ton jadi 3.600 Ton
Harga BBM Dex Series Naik Lagi per 1 November 2025