Tribute Indonesia - Indonesia telah mengurangi defisit anggaran tahun 2023 secara signifikan menjadi Rp347,6 triliun ($22,48 miliar).
Setara dengan 1,65 persen produk domestik bruto (PDB) berdasarkan angka yang tidak diaudit, kata menteri keuangan Indonesia pada Selasa, 2 Januari.
Secara persentase terhadap PDB, defisit tersebut merupakan yang paling tipis sejak tahun 2011.
Baca Juga: Investor: Tahun 2024 Merupakan Transisi Tatanan Ekonomi Baru, Bagaimana dengan Indonesia?
Secara nominal, defisit tersebut jauh lebih kecil dibandingkan rencana defisit fiskal pemerintah pada tahun 2023 sebesar Rp 598,2 triliun, kata Sri Mulyani Indrawati.
Defisit fiskal Indonesia pada tahun 2022 mencapai 2,35 persen PDB.
Artikel Terkait
Mundur Massal Pimpinan OJK & Dirut BEI: Penyebab, Dampak ke Pasar Modal, dan Tantangan untuk Prabowo
Trading Halt IHSG 2026: Analisis Lengkap Peran MSCI dan Strategi Hedge Fund Global
Restrukturisasi Utang Kereta Cepat Whoosh (KCJB): Solusi, Pembahasan, dan Dampaknya
Dirut KCIC soal Utang Whoosh: Kita Serahkan ke Danantara