Baca Juga: 219 Nasabah Bank DBS Jadi Korban Penipuan Perbankan di Awal 2024, Kerugian Mencapai US 335.000 Dolar
Berdasarkan kekuatan Malaysia saat ini, ia menyarankan negara ini harus meningkatkan rantai nilainya dengan mengkhususkan diri pada pengemasan yang canggih.
“Hal ini karena pengemasan yang canggih menghadirkan peluang bernilai lebih tinggi dibandingkan dengan pengemasan back-end tradisional, sehingga menarik para pemain besar di industri semikonduktor yang tertarik untuk mengembangkan dan mengkomersialkan teknologi mutakhir untuk melayani pelanggan premium,” katanya.
Selain itu, Wu mengatakan langkah strategis ini tidak hanya akan menarik investasi dari perusahaan Taiwan tetapi juga menarik pemain global lainnya untuk mendirikan pusat penelitian, sehingga memposisikan Malaysia sebagai pusat teknologi pengemasan yang canggih.
Hal ini, pada gilirannya, katanya, akan berfungsi sebagai katalis untuk menumbuhkan bakat lokal dan membina tenaga kerja terampil di dalam negeri.***
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: bisnispekanbaru.com
Artikel Terkait
Mundur Massal Pimpinan OJK & Dirut BEI: Penyebab, Dampak ke Pasar Modal, dan Tantangan untuk Prabowo
Trading Halt IHSG 2026: Analisis Lengkap Peran MSCI dan Strategi Hedge Fund Global
Restrukturisasi Utang Kereta Cepat Whoosh (KCJB): Solusi, Pembahasan, dan Dampaknya
Dirut KCIC soal Utang Whoosh: Kita Serahkan ke Danantara