NARASIBARU.COM - Tulisan ini soal banyaknya anggota mayarakat yang terjebak dalam pinjaman online.
Seperti seorang warganet di akun media sosialnya, banyak petani di desanya menjual sawahnya dengan harga rendah demi menutup tunggakan pinjol anaknya yang ikut main judi slot.
Terus terang saya miris membaca postingan itu, bagaimana sawah yang menjadi sumber penghidupan utama harus dijual untuk menutup utang pinjol.
Pinjol menjadi masalah serius pada di era digital dan modern sekarang ini. Fenomena pesatnya pertumbuhan pinjol tak lepas dari perkembangan tknologi,digawai tidak dapat dipisahkan dari kehidupan sehari-hari.
Sayangnya kemajuan ini tidak disertai dengan peningkatan literasi digital dan pemahaman pengelolaan keuangan di kalangan remaja.
Baca: OJK akan atur bunga maksimum pinjol
Memandang hal tersebut, Anggota Komisi XI DPR RI Indah Kurniawati menilai perlu dilakukannya peningkatan literasi digital dan keuangan secara masif dan terstrukur.
Artikel Terkait
Mundur Massal Pimpinan OJK & Dirut BEI: Penyebab, Dampak ke Pasar Modal, dan Tantangan untuk Prabowo
Trading Halt IHSG 2026: Analisis Lengkap Peran MSCI dan Strategi Hedge Fund Global
Restrukturisasi Utang Kereta Cepat Whoosh (KCJB): Solusi, Pembahasan, dan Dampaknya
Dirut KCIC soal Utang Whoosh: Kita Serahkan ke Danantara