Sebelumnya Kepala Disnakertrans (Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi) Kabupaten Cianjur, Tohari Sastra, pihaknya sudah berkomunikasi dengan KBRI di Kamboja, terkait meninggalnya Abdul Fatah.
Baca Juga: Pemerintah Selalu Mensuport Penderita HIV/AIDS di Cianjur, Ternyata Segini Jumlahnya
"Kami sudah laporkan, terkait dugaan adanya tindak kekerasan hingga menyebabkan PMI tersebut meninggal. Kami juga minta dibantu proses pemulangannya. Tapi belum ada kabar sampai sekarang," ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, Muhammad Abdul Fatah, menjadi PMI diduga melalui tetangganya bernama R diiming-iming bekerja di Thailand dengan gaji yang cukup besar.
Namun ternyata Muhammad Abdul Fatah, dikerjakan di Kamboja dan R bilang kepada orang tuanya Kamboja itu, ibukota Thailand dan orang tuanya percaya begitu saja.
Baca Juga: Desa Gadog Terpilih Jadi Percontohan Kampung Kertas, Begini Kata Bupati Cianjur
Muhammad Abdul Fatah yang bekerja di Kamboja, tidak dijelaskan kerja apa namun sempat mengirim uang kepada orang tuanya sebesar Rp20 juta.
Namun kemudian R diduga meminta uang Rp20 juta yang pernah diterima orang tuanya, kalau tidak, Muhammad Abdul Fatah nanti akan dijual lagi.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: bangbara.com
Artikel Terkait
Polisi Gerebek Markas Judi Online Kamboja di Palembang, 2 Pelaku Diamankan
APH Ditantang Periksa Jokowi Terkait Kasus Korupsi Minyak Pertamina dan Kuota Haji
Kejagung Geledah Rumah Siti Nurbaya, Dugaan Korupsi Sawit Rp 450 Triliun Terungkap
Harga Chromebook Kemendikbud Rp 5,7 Juta, Nadiem Makarim Bantah Keras Isu Rp 10 Juta