MANADOPOST.ID- Sulawesi Utara tambah parah krisis bahan bakar solar subsidi. Krisis ini diduga diback up “orang kuat” sehingga para mafia solar tetap menari-nari di atas penderitaan banyak orang alias pesta uang.
“Kentut mereka pasti sudah bau solar. Oknum petugas SPBU, sopir truck, pengusaha SPBU, hingga oknum aparat penegak hukum,” semprot Ferry G, warga Manado.
Pantauan, warga resah dengan antrean di SPBU melebihi dua jam hingga menciptakan kemacetan. Ironisnya, dalam banyak kasus sering terjadi saat masih banyak kendaraan menunggu, SPBU mengklaim solar habis.
Publik menduga marak praktik distribusi besar-besaran solar subsidi dari SPBU disalur kepada oknum tertentu atau mafia solar. Tujuannya, dijual kembali demi keuntungan.
Keresahan warga semakin memuncak karena dianggap masih rendahnya penegakan hukum. Alasannya macam-macam. Mulai kurang alat bukti sampai tidak ada laporan resmi.
"Ini mengenai law enforcement. Penjualan solar di kios kios pinggir jalan sebetulnya tidak diperbolehkan,” nilai warga masyarakat kepada Manado Post, Kamis (18/01/2024).
Artikel Terkait
APH Ditantang Periksa Jokowi Terkait Kasus Korupsi Minyak Pertamina dan Kuota Haji
Kejagung Geledah Rumah Siti Nurbaya, Dugaan Korupsi Sawit Rp 450 Triliun Terungkap
Harga Chromebook Kemendikbud Rp 5,7 Juta, Nadiem Makarim Bantah Keras Isu Rp 10 Juta
Yaqut Cholil Qoumas Dipanggil KPK Lagi, Saksi Kunci Kasus Korupsi Kuota Haji Rp1 Triliun