NARASIBARU.COM - Ketika namanya pertama kali diseret-seret dalam kasus korupsi minyak mentah Pertamina, eks Komut Pertamina Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dengan lantang punya catatan dosa perusahaan pelat merah itu, dan bisa memenjarakan banyak orang.
Faktanya cuma gertak sambal. Sebab usai diperiksa Kejaksaan Agung (Kejagung) selama 8 Jam, Ahok dibuat terbengong-bengong. Data yang dimiliki dan dia banggakan ternyata tak ada apa-apanya dengan data yang dikantongi Korps Adhyaksa. Lucunya atas ketidaktahuan ini, Ahok berdalih dirinya tak bisa mengecek sampai ke akar.
"Jadi ternyata, dari kejaksaan agung, mereka punya data yang lebih banyak daripada yang saya tahu, ibaratnya saya tahu cuma sekaki, dia tahu sudah sekepala. Saya juga kaget-kaget gitu loh kok gila juga ya saya bilang gitu ya, saya kok nggak tahu itu, ini wajar kita nggak tahu, karena kita di atas kan ya," ujar Ahok kepada wartawan, di Kejaksaan Agung, Jakarta, Kamis (13/3/2025).
Dalam pemeriksaan tersebut, Ahok dimintai keterangan sebagai saksi terhadap sembilan tersangka. Dia dicecar sebanyak 20 pertanyaan selama delapan jam pada pukul 10.00 sampai 18.30 WIB.
"Bukan alot, saya jadi saksi sembilan orang, itu kan diulang banyak kenal, itu sembilan orang gitu kan terus baca lagi, rangkap dua, kamu kalau sembilan kali dua, udah 18, masing-masing 7 halaman ya itu saja sih ya," kata dia.
Ahok mengaku dirinya tak bisa memberikan banyak data lantaran sudah tak menjabat di Pertamina. Namun, dia memberikan sejumlah agenda catatan selama rapat bersama petinggi Pertamina.
"Saya hanya bisa ingatkan rapat ini tanggal berapa saya punya agenda catatan, kalau Bapak ingin periksa ini, ya Bapak periksa aja rapat tanggal berapa hari apa, tentang apa jadi enggak mungkin di semua kan bingung ya kita di periksa kan jadi kalau Bapak mau apa ya saya kasih tau," tutur dia.
Asal tahu saja, dalam sesi wawancara sebua siniar Ahok terlihat menggebu-gebu bahkan mengklaim memiliki alat bukti berupa notulensi hingga rekaman rapat selama menjabat di perusahaan minyak dan gas tersebut.
“Saya boleh keluar dari sini (Pertamina), tapi catatan saya punya. Kalau rezim betul-betul mau membereskan negeri ini dari korupsi di migas dan Pertamina, saya berani jamin dengan data ini saya penjarakan kalian semua!” kata dia belum lama ini
Ahok menyebut kasus yang menjerat sejumlah petinggi subholding Pertamina saat ini adalah kasus lama. Namun, dirinya tidak bisa berbuat banyak karena jabatannya hanya sebagai komisaris bukan direktur utama. Sehingga, ia tidak bisa berperan banyak untuk membongkar kasus tersebut. “Ini ada tangan yang berkuasa ikut main kalau menurut saya di republik ini,” ucap Ahok.
Sumber: inilah
Artikel Terkait
Harga Chromebook Kemendikbud Rp 5,7 Juta, Nadiem Makarim Bantah Keras Isu Rp 10 Juta
Yaqut Cholil Qoumas Dipanggil KPK Lagi, Saksi Kunci Kasus Korupsi Kuota Haji Rp1 Triliun
Jampidsus Geledah Rumah Mantan Menteri LHK Terkait Kasus Nikel Konawe Utara yang Di-SP3 KPK
Roy Suryo Lapor Balik Eggi Sudjana & Damai Hari Lubis ke Polisi, Ini Alasannya