NARASIBARU.COM - Nama mantan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Budi Arie Setiadi, terseret dalam dakwaan kasus judi online (Judol ).
Budi Arie yang kini jabat Menteri Koperasi di pemerintahan Presiden Prabowo Subianto disebut sebagai pihak yang diduga menerima jatah 50 persen dari situs-situs judi yang tidak diblokir pemerintah.
Kasus ini menuai sorotan tajam dari berbagai pihak. Analis komunikasi politik Hendri Satrio (Hensat) menilai keterlibatan Budi Arie dapat merusak citra pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
“Yang dirugikan pertama adalah citra Pak Jokowi karena Budi Arie adalah ketua Projo. Kedua, citra pemerintahan Pak Prabowo karena bisa dianggap melindungi praktik judi online. Ketiga, citra Pak Prabowo itu sendiri,” ujar Hensat lewat kanal YouTube miliknya, Rabu 21 Mei 2025.
Founder Lembaga Survei Kedai KOPI itu menekankan pentingnya dukungan publik terhadap komitmen Presiden Prabowo dalam memberantas judi online.
Hensat juga mengkritik sikap Budi Arie yang dinilai belum tampil menjelaskan posisinya secara terbuka di hadapan media.
“Pak Prabowo sudah tegas soal pemberantasan judi online. Tapi kalau masih ada menterinya yang terseret, publik bisa ragu. Maka Budi Arie harus bicara ke publik, jangan selalu menempatkan diri sebagai korban,” tandasnya.
Sumber: rmol
Artikel Terkait
Buni Yani Ragukan Kinerja KPK: Harus Berani Usut Jokowi dan Keluarga
Liu Xiaodong Jadi Tahanan Rumah: Dalang Pencurian Emas 774 Kg di Kalbar Terancam 20 Tahun Penjara
Kronologi Lengkap OTT KPK di PN Depok: Pengejaran Malam, Rp850 Juta, dan 7 Tersangka
KPK Geledah Kantor Bea Cukai Rawamangun: 6 Tersangka Kasus Suap Impor PT Blueray Cargo