NARASIBARU.COM - Influencer sekaligus diaspora Indonesia di Denmark, Salsa Erwina Hutagalung, mengungkap adanya dugaan upaya intimidasi pada keluarganya di Pamulang, Tangerang Selatan, setelah menantang Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni untuk debat terbuka.
Salsa menilai langkah itu sebagai bentuk tekanan politik yang tidak seharusnya terjadi di negara demokrasi.
“Aku dapet laporan dari wartawan bahwa tim Ahmad Sahroni udah bergerak untuk ke Pamulang. Pamulang itu asal aku di Tangerang Selatan teman-teman, jadi keluarga aku masih pada di Pamulang nih,” kata Salsa melalui unggahan di Instagram pribadinya, Jumat (29/8).
Salsa dengan tegas mengingatkan agar tidak ada upaya intimidasi, baik dari pihak Sahroni maupun pihak lain yang berafiliasi dengan pemerintah.
“Ahmad Sahroni, sampai kamu berani intimidasi keluarga aku atau ada intimidasi dari teman-teman di parlemen atau pemerintah Indonesia, aku habisin kalian,” ujarnya dengan nada keras.
Salsa menegaskan bahwa dirinya bukan orang yang mudah ditekan, apalagi dengan cara-cara mengancam keluarganya di tanah air. Ia menilai tindakan tersebut justru akan menambah buruk citra demokrasi Indonesia di mata dunia.
“Ingat ya, aku bukan orang bodoh dan aku bukan orang miskin. Sampai kalian berani-berani mengganggu keluarga aku di Indonesia, akan aku cari support internasional, aku gulingkan kalian,” tegasnya.
Menurutnya, keberanian bicara di ruang publik seharusnya dijawab dengan diskusi sehat, bukan serangan personal apalagi menyasar keluarga.
Salsa pun mengaku dirinya memiliki jejaring internasional yang bisa dimanfaatkan bila ancaman tersebut benar-benar terjadi.
“Hati-hati kalian ya, aku adalah lulusan hubungan internasional dan aku adalah bisnis development yang sangat andal di dunia. Jadi untuk sekedar mendapatkan support dari dunia internasional, nggak susah buat aku,” ungkap Salsa.
Salsa menambahkan, sebagai diaspora dirinya merasa memiliki tanggung jawab moral untuk menyuarakan hal-hal yang dianggap janggal dalam politik Indonesia.
Ia pun menegaskan tidak takut dengan segala bentuk ancaman yang muncul akibat kritiknya terhadap elit politik.
“Kalau kalian benar-benar negarawan, ayo hadapi aku di ruang debat terbuka, bukan dengan menekan keluargaku. Itu cara pengecut dan harus dihentikan. Demokrasi kita jangan sampai mati karena ulah segelintir orang,” pungkasnya.
Sumber: jawapos
Artikel Terkait
8 Mobil Polisi Dibakar Massa Usai Ojol Dilindas hingga Tewas
Sosok Ojol Affan Kurniawan Tewas Dilindas Brimob, Tulang Punggung Keluarga, Tinggal di Kontrakan
Usai Driver Ojol Tewas, Hari Ini BEM SI dan BEM UI Turun ke Jalan
Massa di Senen: Gantung Sahroni dan Eko Patrio