Uchok mengaku belum mengetahui secara pasti pelaku di balik teror ini. Namun, ia menilai ini sebagai bentuk tindakan pengecut untuk membungkam suara kritis. Ia menegaskan teror tersebut tidak akan menghentikannya.
“Perbuatan pengecut. Teror supaya saya tidak banyak bicara,” tegas Uchok Sky Khadafi.
Diduga Terkait Kritik Terhadap Isu Strategis
Uchok menyadari dalam beberapa hari terakhir ia cukup vokal mengkritisi sejumlah kebijakan dan kasus strategis yang diduga menjadi pemicu teror ini. Beberapa isu kritis yang disorotnya antara lain:
- Kasus Pengadaan Laptop Kemensos: Desakan agar KPK memanggil Menteri Sosial Gus Ipul terkait pengadaan laptop senilai Rp33 miliar di Kementerian Sosial.
- Izin Tambang PT Position: Permintaan pencabutan izin tambang yang disebut-sebut dibekingi jenderal polisi aktif.
- Anggaran Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) DKI: Kritik atas lonjakan drastis anggaran OMC di BPBD DKI Jakarta dari Rp13,9 miliar (2025) menjadi Rp31 miliar (2026) yang dinilai janggal.
Kejadian teror paket ayam potong ini menimbulkan kekhawatiran mengenai keselamatan para aktivis dan pengkritik kebijakan di Indonesia. Publik menunggu tindak lanjut penyelidikan aparat berwajib atas kasus intimidasi ini.
Artikel Terkait
Anwar Usman Buka Suara Soal Isu Raja Bolos Sidang, Ungkap Alasan Kesehatan
3 Oknum Polisi Ditangkap Saat Pesta Narkoba di Hotel Bengkalis: Fakta & Kronologi Lengkap
Kericuhan di Keraton Solo: GKR Rumbai Protes Penyerahan SK Fadli Zon | Kronologi & Analisis
Habib Rizieq Kritik Pandji Pragiwaksono: Jangan Lecehkan Salat di Stand-up Netflix