Honey Trap dan Pemerasan Sistematis Terhadap Elite Dunia
Salah satu fakta paling mengerikan adalah dugaan honey trap dan pemerasan sistematis. FBI menemukan sistem kamera tersembunyi di properti Epstein, termasuk di Pulau Little St. James. Ribuan jam rekaman yang berisi kompromat (compromising material) elite dunia diyakini sebagai "kartu as" Epstein untuk menyandera moralitas dan menundukkan orang-orang berkuasa.
Keterkaitan Nama Indonesia dalam Dokumen Epstein
Raymond Chin juga menyinggung ramainya pembahasan soal kemunculan nama-nama elite Indonesia dalam dokumen Epstein. Ia mengingatkan publik untuk tidak menarik kesimpulan prematur, tetapi mencatat keunikan mengapa nama-nama tersebut bisa muncul dalam jaringan global ini.
Kematian Epstein Bukan Akhir Jaringan Kejahatan
Raymond menegaskan, kematian Epstein di sel tahanan pada 2019 bukan akhir dari cerita. Epstein hanyalah gejala dari penyakit yang lebih besar: sebuah sistem di mana uang dan kekuasaan dapat membengkokkan hukum. Ia mempertanyakan apakah jaringan serupa masih beroperasi di berbagai negara, termasuk Indonesia, dan menyimpulkan bahwa kemungkinan besar masih ada, tinggal menunggu terungkap atau tidak.
Jeffrey Epstein tetap menjadi simbol sisi tergelap kekuasaan global, sebuah kasus yang membongkar bagaimana eksploitasi terhadap yang lemah dan pemerasan terhadap yang berkuasa bisa terjalin dalam jaringan sistematis yang melibatkan elite dunia.
Artikel Terkait
Video Viral Cukur Kumis: Fakta Hoax Penangkapan Wanita Berhijab & Klarifikasi
Klarifikasi TNI Soal Video Viral Anies Baswedan Bertemu Intel di Karanganyar: Pertemuan Tak Disengaja
Liu Xiaodong, Otak Pencurian Emas 774 Kg di Ketapang, Resmi Dilimpahkan ke Kejaksaan
Riza Chalid: Profil, Kasus Korupsi Pertamina, dan Status Buronan Interpol