"Dengan adanya pelatihan pembuatan konten pembelajaran terpadu dan pembuatan konten evaluasi terpadu tersebut, akan menciptakan guru-guru yang mumpuni serta kreatif. Ditambah lagi ada peningkatan keterampilan kewirausahaan yang nantinya dilakukan pengimbasan ke seluruh guru pada satuan pendidikan," lanjutnya.
Selain menciptakan guru yang kompeten dan kreatif, pelatihan ini juga bertujuan untuk meningkatkan keterampilan kewirausahaan, yang kemudian akan diimbas ke seluruh guru pada satuan pendidikan.
Selain itu, peningkatan kompetensi pedagogik, kecakapan hidup, dan pengembangan karier melalui kurikulum double track di SMA juga menjadi fokus.
Program ini tidak hanya melibatkan guru, tetapi juga siswa. Ada pelatihan vokasi bagi siswa SMK, serta pembuatan dan pendampingan start-up bisnis sebagai wahana inkubasi bisnis siswa.
Baca Juga: Inilah Daftar Lengkap Akreditasi Program Studi di Universitas Lampung (Unila) dan Masa Berlakunya
Ryan Yanuari mencatat bahwa pelatihan ini telah melibatkan 90 siswa SMK, dan 30 sekolah sudah berkomitmen untuk mendukung start-up sebagai inkubator bisnis siswa melalui koperasi sekolah.
"Untuk pelatihan vokasi bagi siswa SMK telah diberikan kepada 90 siswa, dan 30 sekolah sudah berkomitmen membuat dan melakukan pendampingan start up sebagai wahana inkubasi bisnis untuk siswa melalui koperasi sekolah," terangnya..
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: metro.aspirasiku.id
Artikel Terkait
Hotman Paris Siap Bantu Kasus Es Gabus Suderajat, Perempuan Ini Diduga Pemicu Viral
Oknum Aparat Minta Maaf ke Penjual Es Kue Bogor: Kronologi Lengkap & Bantuan yang Diterima Korban
Kisah Sudrajat: Rumah Ambrol, Anak Tak Sekolah, dan Bantuan yang Datang
Kisah Pilu Sudrajat di Bogor: Rumah Ambrol & 3 Anak Putus Sekolah