“Bahwa indeks kota toleran ini adalah satu kerja studi pengukuran terhadap kinerja kota-kota di Indonesia,” kata Ismail dalam sambutannya.
Dia menyebut bahwa yang dinilai bukan hanya kinerja dari wali kota-nya saja.
“Yang dinilai bukan kinerja wali kota saja, jadi memang kinerja wali kota paling menentukan, tetapi ada kinerja masyarakat, tokoh-tokoh ulama, tokoh agama, tokoh sosial elemen masyarakat sipil, dan seterusnya,” tandas dia. (rez/jpnn)
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: metropolitan.id
Artikel Terkait
Riza Chalid: Profil, Kasus Korupsi Pertamina, dan Status Buronan Interpol
Jetour T2 Terbakar di Tol Jagorawi: Penyebab, Investigasi, dan Fakta SUV Bensin Turbo
Hasil Investigasi Polda Metro: Bhabinkamtibmas Tak Terbukti Aniaya Penjual Es Gabus
Habib Bahar bin Smith Jadi Tersangka Penganiayaan Banser, Diperiksa 4 Februari 2026