Saya sempat ikut membaca draft disertasi ketiga sahabat itu, Prof. Saldi soal proses legislasi, Dr. Refly soal pemilu, dan Dr. Zainal soal komisi independen.
Sejak Prof. Saldi mengemban amanah sebagai Hakim Konstitusi, kami sudah sangat jarang berkomunikasi, kecuali sekali dua bertukar pesan WA saat lebaran, misalnya. Kami menghormati dan menjaga etika hakim konstitusi yang terbatas bertemu dengan para pihak yang berperkara di MK.
Etika dan integritas itu sangat penting dijaga, sehingga persahabatan dan komunikasi kami pun terpaksa βdikorbankanβ.
Hari ini, menurut http://kompas.com, setelah putusan dibacakan, Prof. Saldi akan memberikan konferensi pers MK soal pernyataan saya terkait sistem pemilu, yang sempat viral dan mendapat berbagai tanggapan.
Saya hanya ingin katakan, kehormatan MK harusnya bukan ditentukan oleh satu cuitan saya di social media.
Kehormatan MK sebenarnya ditentukan oleh MK sendiri, tentu melalui profesionalitas dan kualitas putusannya yang berkeadilan, serta melalui etika moralitas para hakim konstitusi yang berderajat Negarawan.
Kita simak apa putusan MK hari ini. Satu misteri bagaimana putusan akan terungkap.
Soal misteri lain, siapa sumber kredibel yang memberikan informasi kemungkinan putusan MK kepada saya, biarkanlah hanya kami, dan Tuhan yang tahu.Melbourne, 15 Juni 2023.
π
πππ ππππππππππ
Pagi ini, di tengah fokus seluruh mata terarah ke MK, menunggu putusan soal sistem pemilu legislatif, saya ingin berbagi cerita yang lebih ringan, humanis, tapi tidak kalah penting.
Ini soal persahabatan.
Foto yang terlihat adalah saya, Dr. Refly⦠pic.twitter.com/UdeNZ2HUax
[IndonesiaToday/Herald]
Sumber: herald.id
Artikel Terkait
Deddy Corbuzier Beri Bantuan Tempat Usaha untuk Penjual Es Gabus yang Difitnah: Kronologi & Kritiknya
Perluasan Sawit di Papua: 5 Manfaat Besar untuk Ekonomi, OAP, dan Energi Nasional
Proyek Lumbung Pangan Disorot: Anggaran 2025 Dipakai di 2024 & Potensi Kerugian Negara
Iran Ancam Serang Jantung Tel Aviv: Analisis Ancaman Militer & Respons AS