Ia mengatakan bahwa Kementerian Pertahanan Rusia tak melihat kehancuran Wagner, sehingga melakukan serangan ke kamp mereka.
“Sejumlah besar pasukan kami terbunuh, kawan kami dalam berjuang. Kami akan membuat keputusan bagaimana merespons kejahatan ini. Langkah selanjutnya adalah milik kami,” ujarnya.
Kementerian Pertahanan Rusia membantah tuduhan tersebut, dan menyebutnya tuduhan Prigozhin pada pesan dan video yang tersebar tidaklah benar dan sebuah provokasi.
Dinas Keamanan Rusia (FSB) bahkan mengatakan pesan yang disebarkan oleh Prigozhin tersebut adalah seruan untuk melakukan kudeta dan memulai konflik bersenjata di Rusia.
Prigozhin mengungkapkan para pasukannya telah memasuki wilayah Rusia, Rostov, yang merupakan perbatasanm langsung dengan Ukraina.
“Kini kami memasuki Rostov. Unit dari Kementerian Pertahanan, atau para tentara wajib militer, yang memblokade jalan kami, harap menyingkir,” ujarnya.
Sumber: kompas
Artikel Terkait
Denada Ganti Bio Instagram Usai Akui Ressa Rizky, Netizen: Gimmick?
Dugaan Aliran Uang Rp50 Juta untuk Ibu Menteri Terungkap di Sidang Kasus K3 Kemnaker
Dokumen Epstein Ungkap Hubungan Hary Tanoe & Trump, Misteri Indonesian CIA Terbongkar
Dokumen Epstein Ungkap Kunjungan ke Bali 2002 dan Tautan ke Donald Trump