Kisah Affan Kurniawan Tinggal di Kontrakan 3x11 Meter Bareng 7 Anggota Keluarga

- Jumat, 29 Agustus 2025 | 14:55 WIB
Kisah Affan Kurniawan Tinggal di Kontrakan 3x11 Meter Bareng 7 Anggota Keluarga


Affan Kurniawan menjadi korban kebrutalan polisi di tengah demo DPR. Ia tewas dilindas rantis Brimob di Pejompongan, Jakarta Pusat pada Kamis, 28 Agustus 2025 malam.

Pada malam itu, Affan Kurniawan dikabarkan hendak mengantarkan pesanan makanan ke pelanggan. Pria kelahiran 2004 ini bekerja sebagai driver ojol Grab untuk menafkahi 7 anggota keluarganya.

Naas, saat menyeberang jalan, Affan justru ditabrak mobil rantis Brimob yang melaju kencang. Momen itu membuat massa berusaha mencegat rantis agar berhenti.

Alih-alih berhenti, mobil rantis justru melindas tubuh Affan yang masih terkapar di jalan. Aksi anggota brimob itu tentu membuat pendemo murka dan berusaha mengejar rantis hingga ke Mako Brimob Kwitang.

Sementara itu, nyawa Affan sudah tidak tertolong ketika dilarikan ke RSCM. Kematiannya di usia 21 tahun begitu menghancurkan keluarga.

Kisah Pilu Affan Kurniawan: Tulang Punggung 7 Anggota Keluarga

Tak cuma kematian Affan Kurniawan yang tragis. Kehidupannya pun juga penuh kesulitan.

Di usia 21 tahun, Affan harus menyambung hidup sebagai ojol. Ia menjadi tulang punggung 7 anggota keluarganya.

Pekerjaan ini dilakukan demi menafkahi orang tua, kakak, dan adik perempuannya yang masih kecil.

Kehidupan Affan pun viral setelah dibagikan oleh akun Instagram @pandemitalks.

Affan menjadi tumpuan ibunya untuk mencari nafkah. Hal ini diungkap oleh pemilik kontrakan yang dihuni keluarga Affan.

"Dia (Affan) tulang punggung keluarga, diandalkan ibunya banget,” kata pemilik di Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (29/8/2025).

Makin menyesakkan, Affan dan 7 anggota keluarganya harus tinggal di kontrakan berukuran 3x11. Ia tinggal bersama orang tua, kakak, dan adik perempuan.

"Affan Kurniawan rajin, tulang punggung keluarga yang tinggal di kontrakan 3x11 meter bersama 7 orang keluarga," tulis akun @pandemitalks.

Pekerjaan orang tua Affan serabutan. Untuk membantu pendapatan keluarga, Affan dan kakaknya bekerja sebagai ojol.

Sementara itu, adik perempuan Affan masih duduk di bangku SMP.

Kondisi ekonomi pas-pasan membuat Affan dan keluarganya harus bekerja keras. Mereka berupaya menyatukan pendapatan untuk bisa bertahan hidup.

Kematian Affan secara tragis memicu kemarahan publik. Warganet turut mengirimkan doa untuk almarhum dan keluarganya, serta mengkritik tajam pemerintah, polisi, dan DPR.

"DPR kami marah, segitu gak berharganya nyawa sama kalian. Ingat yah, kalian itu digaji dari keringat kami yang dari pagi sampai malam menacari nafkah. Jangan kalian pura-pura tutup mata dan budeg. Prabowo mana pak janjinya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Kami marah, kalian jahat tidak punya hati!" kritik warganet.

"Minta tolong nih ditanggung keluarganya. DPR dan Polri udah menghilangkan tulang punggung keluarga lain," komentar warganet.

"Prabowo gak ngapa ngapain sampai sekarang?" tanya warganet.

"Brimob cuma diem aja kah? Yang katanya mengayomi mana? Udah ditindas, dilindas pula. Terus guma polisi apa? Kami lapor pun mau lapor kesiapa kalau polisinya aja begini?" cecar warganet.

"Mana nih anggota DPR yang nikmatin uang pajak masyarakat! Lihat nih dibuka mata sama otaknya! Emosi banget!" kecam warganet.

"Ya Allah seorang tulang punggung sekarang gimana nasib kluarganya. Gak kebayang hati seorang ibu yang membesarkan anaknya dan meninggal gara-gara dilindas mobil aparat," tambah yang lain.

Sumber: suara
Foto: Pengemudi ojol, Affan Kurniawan, tewas dilindas rantis Brimob (X.com)

Komentar