“Saya sangat prihatin dengan peningkatan jumlah sindrom neurologis onset muda dan onset dini. Selama setahun terakhir, saya telah mengikuti 147 kasus, antara usia 17 hingga 80 tahun,” tulis Marrero.
Sejauh ini, Marrero dan pejabat kesehatan mencurigai herbisida yang disebut Glyphosate kemungkinan menjadi alasan di balik penyakit otak tersebut. Herbisida digunakan dalam pertanian, industri kehutanan, dan pembasmi rumput rumah tangga.
Dalam suratnya, Marrero menggarisbawahi bahwa tes laboratorium pada pasien menunjukkan tanda-tanda paparan yang jelas terhadap glifosat, serta senyawa lain yang terkait dengan herbisida.
Sementara itu, sekelompok pasien dari New Brunswick telah meminta pemerintah federal dan provinsi untuk melakukan penyelidikan skala penuh pada penyakit otak ini.
Sumber: rmol
Artikel Terkait
Viral Video Wanita Joget Pegang Ikan Pesut Mahakam Langka, Netizen Geram & Ancaman Hukumnya
Keracunan Massal di Mojokerto: 261 Siswa Terdampak Soto Ayam MBG, Ini Data & Penyebabnya
Denada Buka Suara Soal Gugatan Anak Kandung Rp 7 Miliar: Fakta dan Pernyataan Resmi
Trump Pertimbangkan Serangan Militer ke Iran: Respons Protes & Ancaman Balasan