India Desak 10.765 Warganya Segera Tinggalkan Iran, Ancaman Intervensi AS Meningkat

- Kamis, 15 Januari 2026 | 18:00 WIB
India Desak 10.765 Warganya Segera Tinggalkan Iran, Ancaman Intervensi AS Meningkat

  • Membatasi pergerakan di luar ruangan.

  • Menjauhi lokasi keramaian dan area sensitif.

  • Menjalin komunikasi rutin dengan Kedutaan Besar India untuk update informasi dan bantuan.

  • Menyimpan dokumen perjalanan (paspor, kartu identitas) di tempat aman dan mudah diakses.

Peringatan ini merupakan eskalasi dari imbauan sebelumnya pada 5 Januari, di mana India telah meminta warganya menghindari perjalanan tidak penting ke Iran.

Eskalasi Ketegangan AS-Iran dan Kekhawatiran Kawasan

Sementara itu, Gedung Putih dilaporkan telah memperingatkan sekutu-sekutu AS di kawasan Teluk untuk bersiap menghadapi kemungkinan tindakan militer terhadap Iran. Negara-negara Teluk sendiri dikabarkan khawatir perubahan rezim justru dapat memperkuat kelompok garis keras seperti Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) atau memicu kekacauan yang lebih luas.

Respons Iran di Forum Internasional

Menanggapi ancaman dari Washington, pemerintah Iran telah menyerukan kepada Dewan Keamanan PBB agar “mengutuk tanpa syarat” ancaman penggunaan kekuatan oleh Amerika Serikat. Teheran menuding Washington dan Israel sebagai pihak yang bertanggung jawab atas meningkatnya ketegangan dan kerusuhan dalam negeri Iran.

Update situasi keamanan di Iran dan imbauan perjalanan bagi WNI terus dipantau. Warga negara Indonesia diimbau untuk selalu memantau informasi resmi dari Kementerian Luar Negeri RI.


Halaman:

Komentar