Bantahan Isu Penghinaan Kondisi Ekonomi Orang Tua
Beredar isu bahwa pemicu kemarahan siswa adalah ucapan guru yang menghina ekonomi orang tua. Agus membantah keras hal ini.
Ia mengakui ada perbincangan mengenai kondisi ekonomi, namun menegaskan konteksnya adalah motivasi, bukan penghinaan. "Pernyataan itu disampaikan sebagai bentuk motivasi, namun disalahpahami siswa," kata Agus.
Ia juga menyatakan bahwa tamparan yang diberikan merupakan reaksi spontan akibat akumulasi perundungan verbal (bullying) yang kerap ia alami selama mengajar di sekolah tersebut.
Investigasi Menyeluruh Dinas Pendidikan Jambi
Dinas Pendidikan Provinsi Jambi bersama kepolisian telah melakukan investigasi menyeluruh terhadap kasus ini. Kepala Bidang SMK Disdik Jambi, Harmonis, menyatakan telah meminta keterangan dari guru dan siswa yang terlibat.
"Kita berupaya memastikan proses belajar mengajar tidak terganggu lebih lama. Semoga kejadian ini menjadi pelajaran agar fungsi sekolah sebagai tempat belajar tetap terjaga," ujar Harmonis.
Respons Gubernur Jambi Al Haris
Gubernur Jambi, Al Haris, turut memberikan perhatian serius terhadap kasus ini. Ia menegaskan bahwa jika guru terbukti bersalah, maka akan diberikan sanksi sesuai ketentuan.
"Kalau gurunya salah kita berikan sanksi. Kalau memang perkataannya tidak patut sebagai seorang guru maka akan ditindak," kata Al Haris, Kamis (15/1/2026).
Insiden ini menyoroti pentingnya komunikasi dan manajemen emosi di lingkungan sekolah, serta penegakan disiplin yang berkeadilan bagi semua pihak.
Artikel Terkait
Aturan Baru Cukai Tembakau Pekan Depan: Purbaya Legalkan Rokok Ilegal untuk Tekan Praktik Ilegal
Ammar Zoni Dijanjikan Rp 100 Ribu per Gram Jadi Gudang Narkoba di Rutan: Fakta Sidang Terbaru
10 Marketplace Terbaik Beli Blueprint Arc Raiders 2026: U4N, G2G, & Lainnya
Roy Suryo Tolak Restorative Justice, Tegas Tak Ikuti Jejak Eggi Sudjana Temui Jokowi