Polisi menyatakan dari pemeriksaan awal, tidak ditemukan unsur pemerasan. "Uang yang dikeluarkan korban digunakan bersama-sama dengan pelaku sesuai kemauan korban," jelas AKP Bodia.
Namun, narasi berbeda ramai di media sosial. Banyak akun menyebarkan cerita bahwa pelaku merekam aksi tak senonohnya dan memeras korban. Narasi inilah yang dimanfaatkan oknum tidak bertanggung jawab untuk menyebarkan isu bahwa rekaman video telah "bocor".
Waspada Modus Phishing "Link Video Viral Gym Ambarawa"
Pencarian di platform seperti TikTok hanya mengarah pada video berita tentang penahanan. Namun, banyak akun mengaku memiliki video lengkap dan mengajak pengguna mengklik link di bio profil mereka.
Ini adalah modus berbahaya. Link yang disediakan sangat mungkin mengarah ke:
- Situs phishing pencuri data pribadi dan keuangan.
- Penyebaran malware perusak perangkat.
- Iklan atau konten berbayar penipu.
- Eksploitasi dengan menyebarkan konten ilegal lainnya.
Imbauan Penting untuk Publik
- Jangan Percaya Klaim "Link Video". Tidak ada bukti video tersebut beredar secara sah. Polisi juga tidak mengonfirmasi keberadaannya.
- Jangan Klik Link Asal. Lindungi data dan perangkat Anda dari ancaman siber dengan tidak mengklik link dari akun tidak terpercaya.
- Hormati Korban dan Proses Hukum. Penyebaran konten eksploitasi anak adalah tindak pidana. Fokus pada dukungan bagi korban.
- Mengutamakan Sumber Berita Resmi. Selalu konfirmasi informasi dari kepolisian atau media massa terpercaya.
Artikel Terkait
10 Negara Teraman Saat Perang Dunia III Pecah: Daftar Lengkap & Tips Bertahan Hidup
Live3D AI Face Swap: Tukar Wajah Foto & Video Gratis Tanpa Login & Watermark
Menkeu Purbaya Geram! Perusahaan Baja China Diduga Kelabui Pajak Puluhan Tahun
Viral Video AI Kezia Syifa: Alasan Pilih Tentara AS, Jadi TNI Keluar Ratusan Juta?