Gubernur menjelaskan, perubahan fungsi hutan dengan tanaman keras menjadi lahan palawija atau sayuran membuat struktur tanah menjadi labil dan rawan longsor, terutama di lereng curam. Menurutnya, kawasan tersebut seharusnya tidak dijadikan kebun sayur.
"Kita sudah salah dari awal tata ruangnya... Daerah seperti ini tidak layak jadi kebun sayur, layaknya jadi hutan bambu," tegasnya. KDM juga mengkritik pembangunan yang berlangsung bertahun-tahun tanpa mitigasi bencana yang memadai, sehingga memperbesar risiko di wilayah rawan.
Proses Pencarian Korban dan Kondisi Lokasi
Sementara itu, tim SAR gabungan yang melibatkan unsur pemerintah daerah, TNI, Polri, dan relawan masih terus melakukan pencarian korban. Proses evakuasi berjalan dengan hati-hati mengingat kondisi tanah di lokasi longsor Cisarua masih labil dan berpotensi terjadi longsor susulan.
Bencana longsor Bandung Barat ini menjadi peringatan keras tentang pentingnya penataan ruang yang berwawasan lingkungan dan pengendalian alih fungsi lahan di daerah dengan topografi rawan bencana.
Artikel Terkait
Henti Jantung Mendadak: 4 Penyebab, Gejala, dan Cara Mencegah Silent Killer
Lokasi Tuhan Menurut Ilmuwan Harvard: 439 Miliar Triliun Km dari Bumi, Benarkah?
Irjen Johnny Eddizon Isir Jadi Kadiv Humas Polri Baru: Profil, Karier, dan Mutasi Terbaru
Whip Pink (Nitrous Oxide): Bahaya, Efek Samping, dan Fakta Lengkap