Kuba Gelar Latihan Perang Besar, Waspadai Ancaman Agresi dari Amerika Serikat
Presiden Kuba, Miguel Diaz-Canel, secara terbuka mengungkapkan latihan kesiapan militer skala besar negaranya. Langkah ini disebut sebagai bentuk pencegahan dan sinyal kuat bahwa Kuba tidak ingin mengalami nasib serupa dengan Venezuela yang menghadapi intervensi Amerika Serikat.
Latar Belakang Ancaman AS terhadap Kuba
Ketegangan memuncak setelah peringatan dari mantan Presiden AS Donald Trump yang menyatakan Kuba "siap untuk jatuh". Trump mendesak Havana untuk "membuat kesepakatan" atau menghadapi konsekuensi serupa dengan Venezuela. Ancaman ini diperkuat dengan pernyataan Trump yang memutus aliran minyak dan uang dari Venezuela ke Kuba.
Detil Latihan Militer dan "Perang Seluruh Rakyat"
Latihan militer pada Sabtu lalu melibatkan unit tank dan dipantau langsung oleh Diaz-Canel didampingi Menteri Angkatan Bersenjata, Jenderal Alvaro Lopez Miera. Presiden Kuba menegaskan bahwa cara terbaik mencegah agresi adalah dengan mempersiapkan pertahanan yang membuat pihak lawan harus mempertimbangkan risiko tinggi.
Latihan ini merupakan bagian dari doktrin "Perang Seluruh Rakyat", sebuah konsep strategis untuk mobilisasi massal warga sipil jika konflik bersenjata terjadi. Dewan Pertahanan Nasional Kuba juga telah mengadakan pertemuan khusus untuk menganalisis rencana transisi menuju "Keadaan Perang".
Artikel Terkait
Whip Pink: Bahaya Narkoba Baru yang Merusak Jantung dan Paru-Paru Menurut Ahli
Podgeter: Bahaya, Perbedaan dengan Vape, dan Peringatan Viral Dinar Candy
Dampak Perang AS vs Iran: Mengapa Negara Timur Tengah Sangat Khawatir?
Arief Muhammad Kecam Penyebaran Surat Kematian Lula Lahfah di Medsos