Latihan Militer Kuba: Strategi Tangkal Agresi AS & Ancaman Nasib seperti Venezuela

- Minggu, 25 Januari 2026 | 21:25 WIB
Latihan Militer Kuba: Strategi Tangkal Agresi AS & Ancaman Nasib seperti Venezuela

Miguel Diaz-Canel dengan tegas menolak segala bentuk ancaman dari Washington. Melalui platform X, dia menegaskan bahwa Kuba adalah negara berdaulat yang tidak bisa didikte oleh siapapun dan siap membela tanah air "hingga tetes darah terakhir".

Pernyataan ini merupakan respons langsung atas operasi AS di Venezuela yang menangkap Nicolas Maduro dan mengakibatkan korban di pihak keamanan Venezuela dan Kuba.

Ketergantungan Minyak Kuba-Venezuela dan Embargo AS

Hubungan ekonomi dan politik antara Kuba dan Venezuela sangat erat. Sejak tahun 2000, Kuba sangat bergantung pada pasokan minyak dari Venezuela sebagai imbalan atas jasa keamanan dan konsultasi. Embargo perdagangan AS yang telah berlangsung lama membuat ketergantungan ini semakin krusial bagi Havana.

Ancaman Trump untuk memutus aliran minyak dan uang dari Venezuela ke Kuba dinilai sebagai pukulan strategis terhadap stabilitas ekonomi dan energi negara pulau tersebut.

Kesimpulan: Eskalasi Ketegangan di Kawasan

Latihan militer Kuba bukan sekadar demonstrasi kekuatan, tetapi sinyal politik yang jelas kepada Amerika Serikat. Havana menunjukkan kesiapan tinggi untuk menghadapi segala kemungkinan agresi, sambil berusaha menghindari skenario destabilisasi seperti yang terjadi di Venezuela. Ketegangan antara Kuba dan AS, dengan Venezuela sebagai faktor kunci, diperkirakan akan terus menjadi isu geopolitik utama di kawasan Amerika Latin.


Halaman:

Komentar