Analisis: Strategi Hedging Saudi di Tengah Ketegangan
Pakar Hubungan Internasional Universitas Padjadjaran, Dina Sulaeman, menyoroti sikap ganda Riyadh ini sebagai "strategi hedging".
"Di ruang publik, Riyadh menyerukan solidaritas Muslim dan menolak perang untuk menjaga posisi di hadapan Teheran dan menjaga stabilitas Teluk yang vital bagi ekonominya. Namun di sisi lain, Saudi tetap memandang Iran sebagai rival struktural jangka panjang yang harus ditekan," jelas Dina.
Mengapa Iran Dinilai Sulit Diserang?
Pakar lain dari Unpad, Teuku Rezasyah, memaparkan beberapa alasan strategis mengapa Iran merupakan target yang sulit, bahkan bagi AS:
- Ketahanan Nasional: Kesadaran sejarah sebagai pusat peradaban dan kepemimpinan yang relatif didukung rakyat.
- Kekuatan Militer Mandiri: Mengembangkan teknologi pertahanan sendiri, termasuk rudal berbagai jarak dan kemampuan blokade Selat Hormuz.
- Kemampuan Pembalasan Dahsyat: Memiliki stok rudal besar yang dapat mengguncang kawasan Timur Tengah.
- Kurangnya Dukungan NATO: Aliansi Barat enggan terlibat dalam serangan langsung.
- Intelijen yang Kuat: Kemampuan deteksi dan penindakan jaringan asing yang efektif.
Kebuntuan Komunikasi AS dengan Sekutu Teluk
Laporan Fox News yang dikutip RIA Novosti mengungkapkan, AS belum memberikan kejelasan rencana terkait Iran kepada sekutu-sekutunya di Dewan Kerja Sama Teluk (GCC). Negara-negara GCC pun disebut gagal memahami sepenuhnya penilaian dan tujuan strategis Washington, meski telah mengadakan konsultasi.
Sementara itu, Wall Street Journal melaporkan bahwa Pentagon dan Gedung Putih telah menyusun berbagai skenario serangan terhadap Iran, mulai dari serangan simbolis hingga kampanye pemboman besar-besaran. Namun, detail dan tujuan akhir dari rencana-rencana ini tetap dirahasiakan, menambah ketidakpastian di kawasan yang sudah tegang.
Artikel Terkait
Kebocoran Devisa Rp155 Triliun dari Ekspor Emas Ilegal Terungkap PPATK: Jaringan PETI Rambah Papua hingga Jawa
Klaim Dokumen Epstein: Bill Gates Tertular STD dari Gadis Rusia? Fakta & Bantahan
Said Didu Ungkap Isi Pertemuan dengan Prabowo: Bahas Reformasi Polri hingga Gaza
Daftar Lengkap Nama Besar dalam Dokumen Epstein: Elon Musk, Pangeran Andrew, hingga Richard Branson