"Pengalaman masa lalu menunjukkan bahwa perang apa pun di kawasan ini dengan cepat meningkat menjadi konflik besar di luar kendali mereka yang merencanakannya," tegas Shamkhani. Iran berjanji akan mengambil langkah lebih substansial dan efektif untuk mempertahankan keamanan nasionalnya jika diserang.
Negara-Negara Teluk Bersikap Hati-Hati, Mediasi Berlangsung
Ketegangan AS-Iran memuncak di tengah laporan tentang pergerakan armada militer dan ancaman opsi militer dari Washington. Media juga melaporkan bahwa AS telah memberi tahu sekutunya tentang kemungkinan serangan terhadap Iran dalam waktu dekat.
Di sisi lain, negara-negara regional dikabarkan sedang melakukan upaya mediasi intensif untuk mencegah konfrontasi skala penuh. Negara-negara Teluk, dalam sikap hati-hati, dilaporkan menolak mengizinkan wilayah udara atau perairan mereka digunakan untuk aksi militer apa pun terhadap Iran.
Ancaman Iran untuk membalas serangan dengan menargetkan Israel dan pangkalan AS dinilai dapat memicu eskalasi konflik yang berbahaya dan berdampak luas pada stabilitas keamanan Timur Tengah.
Artikel Terkait
Hary Tanoe dalam Berkas Epstein: Fakta Pembelian Rumah Trump dan Isu CIA Indonesia
Ressa Rizky Rosano: Fakta Anak Denada & Rumor Pernikahan di Usia 17 Tahun
Kebocoran Devisa Rp155 Triliun dari Ekspor Emas Ilegal Terungkap PPATK: Jaringan PETI Rambah Papua hingga Jawa
Klaim Dokumen Epstein: Bill Gates Tertular STD dari Gadis Rusia? Fakta & Bantahan