"Pemberontakan baru-baru ini mirip dengan kudeta. Tentu saja, kudeta itu telah dipadamkan," ujarnya. Khamenei menuding para pelaku menyerang kantor pemerintahan, bank, masjid, fasilitas militer, serta membakar salinan Al-Qur'an.
Respons Singkat dari Presiden AS Donald Trump
Menanggapi peringatan tersebut, Presiden AS Donald Trump menyatakan harapannya agar Iran bersedia mencapai kesepakatan. Saat ditanya tentang ancaman Khamenei, Trump berkata singkat, "Tentu saja dia akan mengatakan itu."
"Semoga kita bisa mencapai kesepakatan. Jika tidak, maka kita akan tahu apakah dia benar atau tidak," tambah Trump menanggapi risiko perang regional yang disebutkan oleh Pemimpin Iran.
Klaim Korban Tewas yang Berbeda dari Berbagai Pihak
Isu korban tewas dalam protes menjadi perhatian dunia. PBB, kelompok HAM internasional, serta oposisi Iran di luar negeri menyebut ribuan orang tewas akibat tindakan aparat keamanan. Seorang pelapor khusus PBB memperkirakan jumlah korban bisa melampaui 20.000 orang.
Sementara itu, pemerintah Iran membantah angka-angka tersebut. Media pemerintah menyebut jumlah korban tewas adalah 3.117 orang, yang terdiri dari 2.427 warga sipil dan sisanya anggota pasukan keamanan. Informasi dari dalam Iran terhambat oleh pemadaman internet yang luas selama protes berlangsung.
Artikel Terkait
Jeffrey Epstein Terima 3 Potong Kain Kabah: Fakta & Misteri Pengiriman dari UEA
Kritik DPR: Iuran Indonesia Rp16,7 Triliun di Dewan Perdamaian Gaza Dikhawatirkan Dukung Militer Israel
Toxic Leadership Kapolri Listyo Sigit: Krisis Komunikasi & Ujian Pemerintahan Prabowo-Gibran
8 Jenis Pizza Italia Terkenal & Autentik: Dari Margherita hingga Siciliana