Ade Armando: PDIP Pencetus Wacana Polri di Bawah Kementerian, Kapolri Sigit Tolak Tegas
Pakar komunikasi politik, Ade Armando, mengungkapkan bahwa Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) merupakan pihak pertama yang mengangkat wacana penempatan Polri di bawah kementerian. Wacana ini kemudian ditanggapi dengan penolakan tegas oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
PDIP Diduga Sebagai Pemicu Wacana
Ade Armando menjelaskan bahwa isu ini mulai mencuat setelah PDIP menghadapi tantangan pasca kontestasi Pemilu dan Pilkada 2024. Menurut analisanya, partai tersebut mengalami kemunduran hasil yang signifikan.
"Yang pertama kali mengangkat isu ini adalah PDIP," tegas Ade dalam program 'Rakyat Bersuara' di iNews, Selasa (10/2/2026).
Kekecewaan PDIP dan Tudingan "Partai Cokelat"
Ade Armando lebih lanjut menyebut bahwa PDIP diduga menaruh kekecewaan pada institusi kepolisian. Partai itu menuduh polisi terlibat dalam politik praktis dan menjadi alat kekuasaan, sehingga muncul istilah "partai cokelat" yang dianggap berperan dalam kekalahan PDIP.
"Mereka menuduh bahwa yang berada di balik bencana buat PDIP itu adalah polisi. Dan ini waktu itu memang makanya mulai muncul istilah parcok, Partai Cokelat," ujarnya.
Artikel Terkait
Bahar bin Smith Diperiksa di Polres Metro Tangerang, Pengamanan Ketat Diterapkan
Kronologi Lengkap Perjuangan Bonatua Silalahi Dapatkan Ijazah Jokowi dari KPU: Proses 6 Bulan Hingga Gugatan ke KIP
Roy Suryo Cs Gugat KUHP & UU ITE ke MK Usai Kasus Ijazah Jokowi
Ijazah Jokowi Dibuka KPU: Tanggapan Relawan & Rencana Penelitian Bonatua Silalahi