Pernyataan Obama ini muncul di tengah meningkatnya desakan Kongres AS untuk transparansi soal Fenomena Udara Tak Dikenal (UAP), istilah resmi yang menggantikan UFO.
Pada September 2025, veteran Angkatan Udara AS, Dylan Borland, bersaksi di hadapan Satuan Tugas DPR. Ia mendeskripsikan pengalaman tahun 2012 di Pangkalan Udara Langley, melihat pesawat segitiga tak bersuara dengan material yang tampak cair, yang mampu mengganggu perangkat teleponnya. Borland mengklaim mengalami pemecatan dan masuk daftar hitam sebagai pembalasan.
Respons Politik dan Penolakan Resmi
Anggota DPR Anna Paulina Luna menuduh Departemen Pertahanan dan inteljen kurang transparan, menyatakan rakyat Amerika bukan anak kecil. Sementara itu, Anggota DPR Eric Burlison mempertanyakan video drone MQ-9 Reaper yang menyerang objek bola tak dikenal di Yaman yang tetap terbang meski terkena serangan, dan mengapa informasi itu diblokir.
Meski heboh, Kantor Resolusi Anomali Segala Domain (AARO) pemerintah AS tetap pada pendiriannya: tidak ada bukti yang dapat diverifikasi tentang aktivitas makhluk luar angkasa.
Kesimpulan: Memicu Diskusi, Menepis Konspirasi
Pernyataan mantan Presiden Obama ini dipastikan semakin memicu diskusi publik tentang kehidupan di luar Bumi. Poin kuncinya adalah pengakuan bahwa fenomena tersebut nyata, namun ia secara tegas menyangkal adanya penyembunyian bukti fisik alien di tempat rahasia seperti Area 51 selama masa kepresidenannya.
Artikel Terkait
Kasus Ijazah Jokowi: Analisis Dampak Politik, Respons Tokoh & Perkembangan Terkini
Eggi Sudjana Bongkar Pertemuan Rahasia dengan Jokowi: SP3 Ijazah hingga Nasihat Kesehatan
Eka Gumilar Meninggal Dunia: Tokoh Rekat Indonesia & Penggerak Aksi 212 Wafat
Jokowi Tegaskan Tolak Jadi Wantimpres Prabowo, Pilih Fokus Tinggal di Solo