- Amerika Serikat: Pemimpin tertinggi dengan 13.342 personel (12.135 warga negara ganda 1.207 multinasional).
- Prancis: 6.464 personel (6.127 337).
- Rusia: 5.067 personel.
- Jerman: 3.901 personel.
- Ukraina: 3.210 personel.
- Inggris: 2.069 personel (1.686 warga negara ganda 383 multinasional).
Daftar juga mencakup personel dari Rumania, Polandia, Kanada, negara-negara Amerika Latin, serta sejumlah kecil dari negara-negara Arab seperti Yaman, Tunisia, Lebanon, Suriah, dan Aljazair.
Konteks dan Respons Pemerintah Indonesia
Menlu RI Sugiono sebelumnya, pada Juni 2025, mengonfirmasi adanya 192 WNI yang berada di Israel, dengan 167 orang di antaranya berada di wilayah Tel Aviv, Yerusalem, dan sekitarnya. Saat itu, pemerintah telah mengevakuasi empat WNI melalui Yordania dengan pertimbangan keamanan yang ketat.
"Kita harus hati-hati, karena ini menyangkut keselamatan warga kita di sana," ujar Menlu mengenai proses evakuasi yang tidak diungkap detailnya.
Implikasi dan Analisis Temuan
Temuan puluhan ribu tentara asing dan berkewarganegaraan ganda ini menambah dimensi baru dalam analisis konflik yang terjadi. Data ini diperoleh melalui permintaan resmi ke militer Israel oleh pengacara LSM Hatzlacha, Elad Man, menunjukkan transparansi terbatas dari IDF mengenai komposisi pasukannya.
Keberadaan nama Indonesia dalam dokumen tersebut memunculkan pertanyaan kritis mengenai status kewarganegaraan, proses perekrutan, dan kepatuhan terhadap hukum internasional serta hukum nasional Indonesia yang melarang warga negara ikut serta dalam militer asing tanpa izin.
Artikel Terkait
Polri Raup Rp2,21 Triliun per Tahun dari Insentif SPPG: Analisis Anggaran MBG 2026
Barack Obama Akhirnya Buka Suara Soal Alien dan Area 51: Ini Faktanya
MUI Kutuk Israel: Bom Vakum Diduga Sebabkan 2.842 Warga Gaza Lenyap Tanpa Jejak
Taqy Malik Diduga Mark Up Harga Wakaf Al-Quran, Rekan Bisnis Bongkar Modusnya