MUI Kutuk Keras Dugaan Israel Gunakan Bom Vakum di Gaza, 2.842 Warga Lenyap Tanpa Jejak
Majelis Ulama Indonesia (MUI) secara resmi mengeluarkan kutukan keras terhadap dugaan penggunaan senjata termal atau bom vakum oleh Israel dalam agresi militernya di Jalur Gaza. Senjata ini diduga menjadi penyebab ribuan warga Palestina lenyap tanpa meninggalkan sisa jasad.
Sikap Resmi MUI Terhadap Dugaan Pelanggaran HAM Berat
Sikap tegas ini disampaikan oleh Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri, Sudarnoto Abdul Hakim, dalam keterangan tertulis pada Senin, 16 Februari 2026. Sudarnoto menyatakan keterkejutan dan kemarahan mendalam setelah menyimak laporan investigasi dari Al Jazeera.
“Jika benar laporan tersebut, maka ini bukan sekadar pelanggaran, tetapi merupakan bentuk kebiadaban yang melampaui batas-batas kemanusiaan dan nurani paling dasar,” tegas Sudarnoto.
Temuan Investigasi Al Jazeera: 2.842 Korban Lenyap Akibat Suhu Ekstrem
Laporan investigatif Al Jazeera berjudul "The Rest of the Story" mengungkap fakta mencengangkan. Sejak Oktober 2023, sedikitnya 2.842 warga Palestina dinyatakan hilang tanpa jejak jasad, darah, atau fragmen biologis yang signifikan.
Para ahli yang diwawancarai mengaitkan fenomena ini dengan penggunaan amunisi termobarik atau bom vakum buatan Amerika Serikat, seperti tipe MK-84, BLU-109, dan GBU-39. Senjata ini memiliki daya hancur tinggi dan mampu menghasilkan suhu panas ekstrem hingga lebih dari 3.000 derajat Celsius, yang dapat menguapkan materi biologis.
Artikel Terkait
Barack Obama Akhirnya Buka Suara Soal Alien dan Area 51: Ini Faktanya
Taqy Malik Diduga Mark Up Harga Wakaf Al-Quran, Rekan Bisnis Bongkar Modusnya
Anggota DPR Bantah Klaim Jokowi Soal Revisi UU KPK: Pernyataan Tidak Tepat
Video Teh Pucuk 17 Menit Viral: Fakta, Bahaya Link Palsu, dan Klarifikasi