Wamenag Larang Sweeping Rumah Makan Saat Ramadhan, Tekankan Toleransi Umat

- Kamis, 19 Februari 2026 | 07:25 WIB
Wamenag Larang Sweeping Rumah Makan Saat Ramadhan, Tekankan Toleransi Umat

"Intinya adalah menciptakan suasana saling menghormati. Mereka yang tidak berpuasa diharapkan menghormati yang berpuasa, dan sebaliknya," jelasnya merangkum pesan dari pimpinan lembaga tersebut.

Memahami Keberagaman Kewajiban dan Keyakinan

Wamenag mengingatkan bahwa umat Islam yang berpuasa perlu memahami bahwa tidak semua orang memiliki kewajiban atau keyakinan yang sama. Oleh karena itu, keberadaan fasilitas umum, termasuk rumah makan yang tetap buka, tidak perlu dipersoalkan secara berlebihan.

"Kita yang berpuasa harus menyadari, tidak semua orang berpuasa. Masih memungkinkan ada fasilitas yang bisa dinikmati mereka yang tidak puasa. Tidak mungkin karena kita puasa, maka semua harus merasakan puasa," ucap Syafii.

Indonesia Dibangun di Atas Toleransi

Lebih lanjut, Syafii menegaskan bahwa Indonesia dibangun di atas fondasi keberagaman. Pendekatan yang mengedepankan toleransi dan dialog dinilai jauh lebih tepat dan konstruktif dalam menjaga persatuan bangsa dibandingkan dengan tindakan sweeping atau pemaksaan.

"Kita harus membangun kebersamaan dan kekompakan dengan saling menghormati. Persatuan kita tidak boleh terganggu hanya karena perbedaan," pungkas Wamenag menutup pernyataannya.


Halaman:

Komentar