Saat ini, Sara masih menghadapi tuntutan pidana baru yang berpotensi menghalangi pencalonannya jika terbukti bersalah. Pengumuman ini juga muncul di tengah sidang International Criminal Court (ICC) terhadap ayahnya, Rodrigo Duterte.
Analisis Langkah Politik dan Dampaknya
Para analis politik menilai langkah Sara Duterte sebagai strategi untuk mempertahankan pengaruh keluarga Duterte di kancah politik Filipina. Pengumuman dini ini dianggap sebagai cara membangun momentum dan narasi publik di tengah berbagai tantangan hukum yang dihadapinya.
Di sisi lain, Presiden Marcos yang tidak dapat mencalonkan diri lagi pada 2028, belum menunjuk calon penerus dari kubu sekutunya.
Respons dan Persiapan Menuju 2028
Pengumuman Sara Duterte langsung menjadi trending topic di media sosial dan diskusi politik regional. Kubu oposisi, seperti Senator Risa Hontiveros, telah menyatakan kesiapan mereka untuk menghadapi Pemilu 2028.
Dalam pidatonya, Sara menawarkan "hidup, kekuatan, dan masa depan" untuk Filipina, sambil menyerukan semangat keberanian dan pengabdian kepada negara. Pemilu Presiden Filipina berikutnya secara resmi dijadwalkan pada Mei 2028.
Artikel Terkait
Kasus Triphallia Langka: Pria 79 Tahun di Birmingham Miliki 3 Penis
Laporan KPF 2025: Operasi Pembungkaman Kaum Muda Terbesar Pasca Reformasi
Karina Ranau Sahur di Makam Epy Kusnandar: Alasan, Kontroversi, dan Responnya
Karina Ranau Sahur di Makam Epy Kusnandar: Viral, Pro Kontra, dan Alasannya