Kantor pers kementerian luar negeri Swedia dalam sebuah pernyataan menyebut, semua staf kedutaan Baghdad selamat. Kedutaan mengutuk serangan itu dan menyoroti perlunya pihak berwenang Irak untuk melindungi misi diplomatik.
Kementerian luar negeri Irak juga mengutuk insiden itu. Pemerintah Irak telah menginstruksikan pasukan keamanan untuk melakukan penyelidikan cepat, mengidentifikasi pelaku, dan meminta pertanggungjawaban mereka.
Akhir bulan lalu, Sadr menyerukan protes terhadap Swedia. Mereka menuntut pengusiran duta besar Swedia setelah pembakaran Al Quran di Stockholm oleh seorang pria Irak. Polisi Swedia menuduh pria itu melakukan agitasi terhadap kelompok etnis atau nasional.
Dua protes besar terjadi di luar kedutaan Swedia di Baghdad setelah pembakaran Al Quran itu, dengan pengunjuk rasa melanggar halaman kedutaan pada satu kesempatan.
Pemerintah beberapa negara Muslim, termasuk Irak, Turki, Uni Emirat Arab, Yordania dan Maroko mengeluarkan protes tentang insiden tersebut. Irak meminta ekstradisi pria tersebut untuk diadili di negara tersebut.
Amerika Serikat juga mengutuknya. Penerbitan izin Swedia yang mendukung kebebasan berekspresi, bukan berarti dukungan terhadap tindakan tersebut.
Sumber: tempo
Artikel Terkait
Danantara Ambil Alih 28 Perusahaan di Sumatra, Termasuk Tambang Agincourt Grup Astra
Insiden Paspampres vs Pers Inggris di London: Kronologi Lengkap & Tanggapan Resmi
Indonesia dalam Dewan Perdamaian Trump: Pelanggaran Prinsip Bebas Aktif?
Satpam SMP di Luwu Utara Dihajar Murid Saat Tegur Bolos: Kronologi & Fakta Polisi