REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA- Islam mengajarkan agar memuliakan tamu dengan cara menjamunya dengan baik bahkan dianjurkan ketika ada tamu, agar menyuguhkan hidangan terbaik bagi tamu.
Sebab terdapat rahasia dan keutamaan dari datangnya tamu. Salah satu di antaranya adalah membukakan rezeki bagi tuan rumah serta merontokkan dosa-dosa tuan rumah.
Sebab itu, memuliakan tamu merupakan salah satu amal yang dapat mendatangkan rezeki dan menghapus dosa. Sebagaimana wasiat Rasulullah SAW kepada Ali bin Abi Thalib yang terdapat dalam kitab Washiyat al-Musthafa karangan Imam Asy-Syarani:
يَا عَلِيُّ، اُطْلُبُ الْخَيْرَ عِنْدَ صَبَاحِ الْوُجُوْهِ وَأَكْرِمِ الضَّيْفَ فَإِنَّهُ إِذَا نَزَللَ بِقَوْمٍ نَزَلَ مَعَهُ رِزْقُهُ وَإِذَا ارْتَحَلَ اِرْتَحَلَ بِذُنُوْبِ أَهْلِ الْمَنْزِلِ فَيُلْقِيْهَا فِي الْبَحْرِ
“Wahai Ali, carilah olehmu kebaikan (bantuan, pertolongan) pada orang yang cerah wajahnya, dan muliakanlah tamu. Sesungguhnya ketika singgah tamu di suatu kaum, maka singgah pula bersama kaum itu rezeki. Dan ketika pergi tamu, maka ia pergi dengan membawa dosa-dosa penghuni rumah yang ditinggalkan, maka membuang Allah pada dosa-dosa itu ke lautan.
Artikel Terkait
Insiden Paspampres vs Pers Inggris di London: Kronologi Lengkap & Tanggapan Resmi
Indonesia dalam Dewan Perdamaian Trump: Pelanggaran Prinsip Bebas Aktif?
Satpam SMP di Luwu Utara Dihajar Murid Saat Tegur Bolos: Kronologi & Fakta Polisi
Fakta Lengkap Kasus Es Gabus Viral: Tuduhan Spons Ternyata Hoax, Aparat Minta Maaf