JAKARTA, KOMPAS.com - Politisi PDI-P Aria Bima mengatakan Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri memiliki pola memilih calon wakil presiden (cawapres) dari kalangan Nahdlatul Ulama (NU).
Menurutnya, pola itu tergambar dari rekam jejak politik Megawati selama ini, mulai dari memilih Hasyim Muzadi sebagai cawapresnya pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2004, kemudian Jusuf Kalla sebagai cawapres Presiden Joko Widodo pada Pilpres 2014, dan Ma’ruf Amin sebagai cawapres Jokowi di Pilpres 2019.
“Ada kecenderungan Ibu (Megawati) itu melihat konfigurasi NU, dengan mengikutsertakan Muhammadiyah menjadi bagian komitmen itu. (Tapi) ada satu yang lebih substansial, ideologis, untuk Indonesia ke depan,” ujar Aria di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (16/5/2023).
Baca juga: PBNU Disebut Seleksi Kader Jadi Cawapres Ganjar, Pengamat: Kekuasaan Memang Menggoda, Enak dan Lezat
Ia mengungkapkan, kelebihan NU adalah memiliki kader di berbagai sektor. Mulai dari birokrat, hingga partai politik (parpol).
“NU kan kadernya ada di mana-mana,” ucap dia.
Saat ini, PDI-P telah mengusung Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sebagai calon presiden (capres).
Artikel Terkait
Dokumen Epstein Ungkap Hubungan Hary Tanoe & Trump, Misteri Indonesian CIA Terbongkar
Dokumen Epstein Ungkap Kunjungan ke Bali 2002 dan Tautan ke Donald Trump
10 Surat Tanah Tidak Berlaku 2026: Segera Urus Sertifikat di BPN!
5 Rekomendasi Bare Metal Server Terbaik 2024 untuk SaaS dan Startup