Pemberitahuan tersebut dikeluarkan ketika ribuan orang berkumpul untuk melakukan protes di luar konsulat Israel di Istanbul, menyusul berita bahwa serangan rudal terhadap Rumah Sakit Ahli di Gaza telah menewaskan sekitar 800 warga Palestina.
Video yang diunggah ke media sosial menunjukkan bahwa beberapa pengunjuk rasa meluncurkan kembang api ke gedung konsulat, memanjat pagar, dan berusaha membakar gedung tersebut.
Para pejabat Palestina secara cepat menyalahkan Israel atas serangan ke rumah sakit tersebut.
Namun, militer Israel, IDF, dan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu justru mengklaim kalau rumah sakit tersebut dihancurkan oleh roket yang ditembakkan oleh salah satu kelompok militan Palestina, PJI.
Terlepas dari saling tuding tersebut, serangan terhadap rumah sakit tersebut memicu kecaman luas di seluruh dunia Arab dan sekitarnya.
Amman menanggapi tragedi tersebut dengan tiba-tiba membatalkan pertemuan puncak yang melibatkan para pemimpin AS, Yordania, Mesir, dan Otoritas Palestina, yang direncanakan pada Rabu (18/10/2023).
Pemerintahan Zionis di Yerusalem Barat diketahui melancarkan serangan balasan terhadap Gaza sejak Hamas dan kelompok militan sekutunya melancarkan serangan mendadak terhadap Israel pada 7 Oktober yang menewaskan lebih dari 1.000 orang.
Sumber: tribun
Artikel Terkait
SP3 Kasus Ijazah Jokowi: Dampak Restorative Justice pada Eggi Sudjana & Damai Hari Lubis
Danantara Ambil Alih 28 Perusahaan di Sumatra, Termasuk Tambang Agincourt Grup Astra
Insiden Paspampres vs Pers Inggris di London: Kronologi Lengkap & Tanggapan Resmi
Indonesia dalam Dewan Perdamaian Trump: Pelanggaran Prinsip Bebas Aktif?