REPUBLIKA.CO.ID, MOSKOW -- Rusia melepaskan serangan udara dengan intensitas luar biasa di Kiev pada Selasa (16/5/2023) pagi. Ukraina mengatakan pihaknya menembak jatuh 18 rudal yang ditembakkan semalam termasuk enam rudal hipersonik.
Kilatan terang menerangi langit malam di atas Kiev selama serangan udara kedelapan di ibu kota bulan ini. Otoritas kota tidak segera melaporkan adanya kerusakan besar. Otoritas setempat mengatakan, tiga orang terluka akibat puing-puing yang berjatuhan.
"Intensitasnya luar biasa, jumlah maksimum serangan rudal dalam waktu singkat," kata Kepala Administrasi Militer Kota Kiev, Serhiy Popko, dalam komentar yang diunggah di aplikasi pesan Telegram.
Setelah jeda selama seminggu, Rusia melanjutkan taktik serangan rudal jarak jauhnya pada akhir April. Rusia telah meluncurkan serangkaian serangan dalam beberapa hari terakhir, dan menargetkan Kiev. Sementara Ukraina bersiap untuk melancarkan serangan balasan dan mencoba merebut kembali tanah yang diduduki oleh Rusia.
Pada Selasa pagi, sirene serangan udara meraung di hampir seluruh Ukraina. Sirine serangan terdengar di Kiev dan wilayah sekitarnya selama lebih dari tiga jam. Militer Ukraina mengatakan, 18 rudal, enam drone Iran Shahed dan tiga drone pengintai yang ditembakkan ke Ukraina oleh Rusia semalam berhasil ditembak jatuh. Ukraina mengatakan, rudal yang ditembak jatuh termasuk enam rudal balistik Kinzhal yang ditembakkan dari pesawat, sembilan rudal jelajah Kalibr yang diluncurkan dari kapal di Laut Hitam dan tiga rudal berbasis darat Iskander.
Artikel Terkait
Danantara Ambil Alih 28 Perusahaan di Sumatra, Termasuk Tambang Agincourt Grup Astra
Insiden Paspampres vs Pers Inggris di London: Kronologi Lengkap & Tanggapan Resmi
Indonesia dalam Dewan Perdamaian Trump: Pelanggaran Prinsip Bebas Aktif?
Satpam SMP di Luwu Utara Dihajar Murid Saat Tegur Bolos: Kronologi & Fakta Polisi