AFP melaporkan bahwa pertemuan dilakukan di kota barat Xi'an pada 18-19 Mei. China akan kedatangan Kazakhstan, Kyrgyzstan, Tajikistan, Turkmenistan, dan Uzbekistan.
Pertemuan kemungkinan mendorong maju jaringan transportasi. Termasuk jalur kereta api China-Kyrgyzstan-Uzbekistan senilai US$6 miliar (Rp88 triliun) yang telah lama terhenti dan perluasan pipa gas Asia Tengah ke China.
"Pendekatan China ke Asia Tengah sangat konsisten," kata direktur program Asia Tengah di Pusat Davis untuk Studi Rusia dan Eurasia Harvard, Nargis Kassenova, seraya menunjuk hubungan jangka panjang dalam keamanan, infrastruktur, dan pembangunan, dikutip Rabu (17/5/2023).
Asia Tengah sudah lama diketahui "akrab" ke Rusia. Namun, perang Presiden Vladimir Putin di Ukraina, mendorong negara-negara Asia Tengah lebih dalam ke "pelukan" China.
Tujuan China mendekati negara-negara Asia Tengah memang didorong oleh kekosongan yang ditinggalkan di negara-negara bekas Soviet oleh Rusia, yang terjerat sanksi Barat akibat perang Ukraina.
Analis mengatakan bahwa perang Rusia di Ukraina telah semakin mengubah dinamika yang menguntungkan Beijing.
Ini membuat banyak negara di kawasan itu mempertanyakan hubungan lama mereka dengan Moskow.
Kemudian negara-negara tersebut mencari jaminan ekonomi, diplomatik, dan strategis di tempat lain.
"Setelah agresi Rusia di Ukraina, republik-republik Asia Tengah mulai mengkhawatirkan kedaulatan mereka," kata peneliti di Observer Research Foundation di Mumbai, Ayjaz Wani.
Artikel Terkait
MUI Dukung Prabowo Gabung Dewan Perdamaian Gaza Trump: Syarat & Analisis Lengkap
Strategi Politik Jokowi: Rahasia Tak Pernah Kalah Menurut Prinsip Sun Tzu
Ressa Rizky Rossano Dituding Tolak Akui Anak, Mantan Istri Bongkar Fakta Pernikahan
Dharma Pongrekun Viral, Warganet Minta Maaf Usai Rilis Epstein Files: Fakta Lengkap