"Ini jangan dilihat dengan angka seperti ini, kita bisa memutuskan mana yang lolos atau tidak lolos parliamentary threshold," ujar Yunarto.
"Karena harus ingat, nanti angka 12,8 persen itu biasanya nanti akan terkonversi menjadi angka yang terdistribusi secara normal, proporsional, karena dalam pemilu itu tidak ada hitung-hitungan golput," kata Yunarto.
Baca juga: Survei SMRC: Elektabilitas PDI-P Tertinggi, Diikuti Gerindra dan Golkar
Sementara itu, elektabilitas parpol yang belum memenuhi angka parliamentary threshold dalam survei ini, seperti Partai Amanat Nasional 3,8 persen dan Perindo 3,2 persen.
Sedangkan elektabilitas parpol di bawah 1 persen, antara lain Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Partai Garuda, Partai Gelora, Partai Ummat, Partai Bulan Bintang, Partai Hanura, PKN, dan Partai Buruh.
Adapun pemilihan sampel dalam survei ini dilakukan melalui metode multistage random sampling, dengan margin of error diperkirakan lebih kurang 2,82 persen.
Pada kesempatan tersebut, Charta Politika melakukan wawancara terhadap 1.220 responden melalui tatap muka pada 2-7 Mei 2023.
Baca juga: Respons PDI-P soal Isu Imam Besar Istiqlal Nasaruddin Umar Masuk Radar Cawapres Ganjar
Sumber: nasional.kompas.com
Artikel Terkait
Iran Ancam Serang Jantung Tel Aviv: Analisis Ancaman Militer & Respons AS
Ledakan di Teheran: Uji Coba Militer Iran di Tengah Ancaman AS dan Eskalasi Ketegangan
SP3 Kasus Ijazah Jokowi: Dampak Restorative Justice pada Eggi Sudjana & Damai Hari Lubis
Danantara Ambil Alih 28 Perusahaan di Sumatra, Termasuk Tambang Agincourt Grup Astra